Home Top Ad

Post Top Ad

Cari Blog Ini

Showing posts with label Makalah Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Makalah Sosiologi. Show all posts

Ketua UMUM PAN, Zulkifli Hasan ; TGB Layak Jadi Calon Presiden

Zulkifli Hasan ; TGB Layak Jadi Calon Presiden Sumber Kompas; KOMPAS.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi layak menjadi capres. Hal itu disampaikan Zulkifli, saat menerima kehadiran TGB di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Baca Juga : Cara Mencintai TGB Si Gubernur Ganteng


"Jadi lebih dari pantas untuk jadi capres di republik ini, lihat prestasinya," kata Zul. Ia menilai TGB merupakan sosok kepala daerah yang berprestasi. Hal itu, lanjut Zul, tampak dari pesatnya kemajuan NTB semasa dipimpin TGB. Baca juga : Tuan Guru Bajang Temui Zulkifli Hasan Selain itu, Zul mengatakan, TGB merupakan sosok umara (pimpinan pemerintahan) sekaligus ulama. Menurut dia, dua status itu jarang bisa disandang oleh seseorang.

"Ini juga contoh, ulama, hafidz, tapi juga umara, enterpreneur, ilmuwan. Jadi ulama dan umara, enterpreneur juga ilmuwan. Jadi kita perlu dengar pikiran-pikiran konsep gagasannya agar bisa lebih baik, lebih maju," tutur Zul. Mendengar pujian tersebut, TGB merendah. Ia mengatakan keberhasilan pembangunan di NTB bukan karena dirinya seorang.

Baca Juga : Pesan Cucu Pahlawan Nasional


"Bukan mengkoreksi ya tapi lebih menyempurnakan. Sebenarnya pencapaian atau keberhasilan NTB itu bukan karena faktor Zainul Majdi-nya tapi karena kolektivitas sinergi dari seluruh komponen masyarakat di NTB," ujar TGB.

Zul lantas menimpali pernyataan TGB tersebut. "Tambah berisi makin rendah hati. Saya kira cocok untuk negeri," lanjut Zul.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua Umum PAN Sebut TGB Layak Jadi Capres", https://nasional.kompas.com/read/2018/05/09/13210471/ketua-umum-pan-sebut-tgb-layak-jadi-capres.


Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Krisiandi

Transaksi Mucikari Seks Kampus di Surabaya Tertangkap

Subdit II Perbankan unit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar prostitusi online yang memperdagangkan layanan ayam kampus.

Prostitusi online itu menyasar kalangan pejabat dan pengusaha di Surabaya.

Makalah Permasalahan Ekonomi tentang Kemiskinan MAKALAH SOSIOLOGI

MASALAH SOSIAL DAN JENIS-JENIS MASALAH SOSIAL

MAKALAH SOSIOLOGI

OLEH
MAKALA SEKOLA SOSIOLO
UNIVERSITAS NEGERI MALAM


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu untuk menyelesaikannya yaitu makalah Sosiologi yang berjudul “Masalah Sosial”

Makalah ini berisikan informasi tentang Pengertian Masalah Sosial atau yang lebih khususnya membahas tentang masalah sosial yang ada dimasyarakat.

Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang masalah social yang ada dimasyarakat.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.







                                                                          Luragung, 20 September 2014

                                                                                                   Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Berbagai masalah ekonomi yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia sudah ada sejak dahulu, namun jenis dan karakternya selalu berubah. Permasalahan tersebut mencapai puncaknya pada saat terjadi Krisis Ekonomi yang diikuti oleh krisis-krisis lain. Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah antara lain:
  • 1.Korupsi
  • 2.Kemiskinan
  • 3.Keterbelakangan
  • 4.'Pengangguran
  • 5.'Pemerataan Pendapatan
  • 6.'Standar Hidup Yang Rendah
  • 7. 'Konflik Sosial Ancaman Disentegrasi Negara
Disini saya akan membahas salah satu masalah ekonomi, yaitu tentang kemiskinan.

B.       Rumusan Masalah

1.         Apa yang dimaksud dengan Kemiskinan?
2.         Apa itu Hakikat Kemiskinan?
3.         Apa penyebab adanya Kemiskinan?
4.         Apa dampak dari Kemiskinan?
5.         Bagaimana cara mengatasai Kemiskinan?


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subjektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihat dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya memahami dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan menciptakan generasi yang lemah dengan tingkat produktivitas rendah. Tingginya angka kemiskinan merupakan beban bagi pemerintah juga akan mengganggu pembangunan ekonomi.

Selama periode 1976-1996 (20 tahun, Repelita II-V) angka kemiskinan Indonesia turun drastis dari 40% menjadi 11% yang dianggap cukup menjadi pembenaran bahwa pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun dalam periode itu adalah faktor penentunya. Maka krismon 1997-1998 yang kembali meningkatkan angka kemiskinan menjadi 24% tahun 1998 dengan mudah dijadikan alasan kuat lain bahwa memang pertumbuhan ekonomi adalah segala-galanya.

B.       Hakikat Kemiskinan

Meski kemiskinan merupakan sebuah fenomena yang setua peradaban manusia tetapi pemahaman kita terhadapnya dan upaya-upaya untuk mengentaskannya belum menunjukan hasil yang menggembirakan. Para pengamat ekonomi pada awalnya melihat masalah kemiskinan sebagai “sesuatu” yang hanya selalu dikaitkan dengan faktor-faktor ekonomi saja.

Hari Susanto (2006) mengatakan umumnya instrumen yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang atau sekelompok orang dalam masyarakat tersebut miskin atau tidak bisa dipantau dengan memakai ukuran peningkatan pendapatan atau tingkat konsumsi seseorang atau sekelompok orang. Padahal hakikat kemiskinan dapat dilihat dari berbagai faktor. Apakah itu sosial-budaya, ekonomi, politik, maupun hukum.

Menurut Koerniatmanto Soetoprawiryo menyebut dalam Bahasa Latin ada istilah esse (to be) atau (martabat manusia) dan habere (to have) atau (harta atau kepemilikan). Oleh sebagian besar orang persoalan kemiskinan lebih dipahami dalam konteks habere. Orang miskin adalah orang yang tidak menguasai dan memiliki sesuatu. Urusan kemiskinan urusan bersifat ekonomis semata.

C.      Penyebab Kemiskinan

Ada beberapa penyebab terjadinya kemiskinan, seperti:
1.         Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin
2.         Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga
3.         Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar
4.         Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi
5.         Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

D.      Dampak Kemiskinan

Dampak dari kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks.
1.         Pengangguran
2.         Kekerasan
3.         Pendidikan
4.         Kesehatan
5.         Konflik sosial

E.       Mengatasi Kemiskinan

Ada beberapa cara untuk membantu masyarakat dalam mengatasi kemiskinan, diantaranya
·           Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
·           Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·           Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang memiliki dampak buruk terhadap kehidupan dan dapat di sebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, kemiskinan juga dapat menciptakan generasi yang lemah dengan tingkat produktifitas rendah. Para pengamat ekonomi pada awalnya melihat masalah kemiskinan sebagai sesuatu yang hanya selalu dikaitkan dengan faktor-faktor ekonomi saja.

B.       Saran
Dalam menyusun makalah ini, saya menyadari banyak kesalahan yang terdapat di dalamnya. Saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini dikemudian hari.



Daftar Pencarian


makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu untuk menyelesaikannya yaitu makalah Sosiologi yang berjudul “Masalah Sosial”.

gudang makalah: CONTOH MAKALAH SOSIOLOGImakalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang

CONTOH MAKALAH SOSIOLOGI. KATA PENGANTAR. Alhamdullillahhirobil alamin, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas, makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang
BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Sosiologi sebagai ilmu yang dikembangkan pada tahun 1700-an pada dasarnya merupakan respons atas ...

MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG GEJALA SOSIAL DALAM ...
makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang

MAKALAH SOSIOLOGI TENTANG GEJALA SOSIAL DALAM ... kami sehingga terselesainya Makalah ini., Serta kepada Orang tua dan, KUMPULAN MAKALAH: Makalah Sosiologi
makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang


Mar 30, 2013 - Meskipun kami telah berusaha semaksimal mungkin menyuguhkan makalah ini dalam wujud yang terbaik, kami yakin pasti tak lepas dari ...Makalah sosiologi 1 - SlideShare
makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang

Makalah sosiologi 1. 1. ii BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Sejak manusia mulai hidup bermasyarakat, maka sejak saat itu KUMPULAN TUGAS: Makalah Sosiologi Pendidikan
makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang


makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang

Adapun pembuatan makalah ini dimaksudkan untuk diajukan sebagai syarat dalam diskusi kelompok pada mata kuliah Ilmu Sosiologi Makalah Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan dan Konsep Tentang ...
www.rijalhabibulloh.com › IPS › Makalah › Tugas kuliah
makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang


Istilah Sosiologi pertama kali dikenalkan oleh Auguste Comte (tetapidalam catatan Sejarah, Emile Durkheim lah yang melanjutkan 'istilah' .makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang


Makalah Sosiologi (Perilaku Menyimpang). makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang SOSIOLOGI dan PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ... Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik ...
Searches related to makalah sosiologi

makalah sosiologi tentang masalah sosial, makalah pengertian sosiologi, contoh makalah sosiologi lengkap, makalah sosiologi tentang perubahan sosial, contoh makalah tentang sosiologi, makalah sosiologi tentang kemiskinan, contoh makalah sosiologi tentang penyimpangan sosial, makalah sosiologi perilaku menyimpang





Mucikari Ayam Kampus Tertangkap di Hotel, Seksinya Aduhai

Unit PPA Satreskrim Polrestabes mengungkap kasus prostitusi mahasiswa dan menangkap seorang mahasiswi yang kepergok sedang berada di kamar hotel bersama pria hidung belang.

Wisata Tubuh Pelajar di Bandung-NAUDZUBILLAH

Kota Kembang Bandung hampir menjadi kota metropilitan layaknya ibukota Jakarta. Gaya hidup styles  penduduk pribumi,kemudian  masyarakat pendatang, urban Bandung, sukses membentuk kebudayaaan baru kosmopolitan. Berbagai komunitas bergaya metroseksual, seperti gay, lesbian, homo, bahkan mereka yang sengaja datang ke bandung dengan profesi pekerja seks komersil (PSK) kian bertambah.

MAKALAH MORFOLOGI TUMBUHAN TENTANG BUAH : MAKALAH


BAB 1
PENDAHULUAN

    A.      Latar Belakang

Suatu hal yang perlu kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan yang kita pelajari bersifat dinamis. Dalam ilmu biologi misalnya kita mengenal apa yang dimaksud dengan morfologi tumbuhan. Morfologi tumbuhan adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mengkaji masalah – masalah tentang tumbuhan berkenaan dengan bagian – bagian luar yang tampak pada tumbuhan tersebut.
Ilmu tumbuhan pada saat ini telah mengalami kemajuan yang demikian pesat. Dari berbagai ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi tumuhan. Makalah ini akan menguraikan soal morfologi dalam arti sempit. Yang hanya membahas tentang bunga, buah dan biji dengan bagian-bagiannya.
B.       Rumusan Masalah

    1.      Bagaimana struktur bunga?

    2.      Bagaimana struktur Buah?

    3.      Bagaimana struktur Biji?

C.      Tujuan Masalah

    1.    Untuk mengetahui struktur pada bunga, buah dan biji

    2.    Mengetahui struktur luar dan bagian-bagian pada tubuh tumbuhan.






















BAB II
PEMBAHASAN
A.      Bunga (flos)
Seperti yang kita ketahui bahwa akar, batang, daun merupakan bagian pokok tubuh tumbuhan. Bagian-bagian tersebut secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan. Sebelum suatu tumbuhan mati, biasanya olehnya telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat tersebut dinamakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan menjadi dua golongan: yang bersifat vegetatif dan generatif. Alat termasuk pada golongan alat perkembangbiakan generatif adalah bunga. Bunga adalah penjelmaan dari suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan. Jumlah bunga dan tata letaknya pada suatu tumbuhan
Ø  Bunga ada ujung batang (flos terminalis), misalnya bunga coklat dan kembang merak (caesalpinia pulcherrimas wartz)
Ø  Bunga di ketiak daun (flos lateralis), misalnya pada kembang sepatu (hibicus rosa-sinensis) dan kembang telang (clitoriaternatea L).

1.    Bunga majemuk
Bunga majemuk dapat dibedakan dari cabang yang mendukung sejumlah bunga di ketiaknya. Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat di bedakan dari bagian-bagian berikut:
1)   Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu:
a.    Ibu tangkai bunga (pedunculus comunis atau rachis), yaitu bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi. Ibu tangakai ini dapat bercabang, dan cabang-cabanagnya bercabang lagi, dapat pula tidak bercabang.
b.    Tangkai bunga (pedicellus), yaitucabang ibu tanngkai yang  mendukung bunganya.
c.    Dasar bunga (receptacullum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.
2)   Bagian-bagian yang bersifat seperti daun
a.    Daun daun pelindung (bractea), yaitu bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.
b.    Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga.
c.    Selundang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang seringkali menyelubungi seluruh bunga majemuk sebelum tumbuh. Contohnya bunga kelapa (cocosnucifera L).
d.   Daun–daun pembalut (bractea involucralis), yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam saurtu lingkaran. Contohnya bunga matahari (halliantus annuus L).
e.    Kelopak tambahan (eoicalyx), yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau, tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak.
f.     Daun-daun kelopak (sepaele)
g.    Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
h.    Daun-daun tenda bunga (tepaele)
i.      Benang-benang sari (stamina)
j.      Daun-daun buah (carpella)
Sifat sifat bunga majemuk dapat di bedakan menjadi tiga golongan yaitu :

    ·       Bunga majemuk berbatas (inflorencia racemosa), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dengan mempunyai susunan ‘’acropetal’’ (semakin muda semakin dakat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Bunga majemuk tak berbatas terdapat misalnya pada: kembang merak (caesalpinia pulcherrima swartz), mangga (mangipera indica L).

    ·       Bunga majemuk berbatas(inflorescentia cymosa), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu di tutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan tangkai terbatas.

    ·       Bunga majemuk campuran (inflorecentia mixta),yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun bunga majemuk tak berbatas.

2.    Bagian-bagian bunga
Pada umumnya bunga mempunyai bagian-bagian berikut:
a.    Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, seringkali terdapat daun-daun paralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau,  yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke bunga.
b.    Dasar bunga (reseptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dangan ruas-ruas yang amat pendek, sehinggga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain.
c.    Hiasan bunga (periantium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas. Bagian-bagian hiasan bunga itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran:
·      Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang merupaka lingkaran luar, biasanya berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup merupakanselubungnya, yang melindungi kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh luar.
·      Tajuk bunga atau mahkoya bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya tidak berwarna hijau lagi.
d.   Alat-alat kelamin jantan (androecium), bagian ini sesungguhnya merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.
e.    Alat-alat kelamin betina (gynaecium), atau disebut juga putik.
3.    Kelamin bunga
Bunga biasanya mempunyai dua kelamin. Karena dengan adanya alat-alat tersebut dapat kemudian di hasilkan alat-alat perkembangbiakan atau calon tumbuhan baru. Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga. Dapat dibedakan:
·      Bunga banci atau berkelamin dua (hermaproditus), yaitu bunga yang terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina).
·      Bunga berkelamin tunggal (unisexsualis).
Berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam tiga macam yaitu:
·      Bunga jantan (flos masculus),
·      Bunga betina (flos femineus)
·      Bunga mandul atau tidak berkelamin.

B.       Buah (Fructus)
Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan. Maka buah akan tumbuh menjadi buah. Dan bakal biji yang terdapat di dalam buah akan tumbuh menjadi biji. Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur, melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri. Buah pada tumbuhan umumnya dapat di bedakan dalam dua golongan, yaitu:
a.    Buah semu atau buah tertutup, yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu, malahan menjadi  bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian, dan serinng kali merupakan bagian buah yang bermanfaat, dapat di makan.
b.    Buah sungguh atau buah telanjang, yang terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal ini tidak merupakan bagian buah yang berarti.
1.    Penggolongan buah semu
Buah semu dapat di bedakan dalam:
a.    Buah semu tunggal, yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunnga yang ikut membentuk buah. Misalnya:
·       Tangkai bunga pada jambu monyet
·       Kelopak bunga pada buah cipllukan
b.    Buah semu ganda, ialah jika pada satu bunga terdapat lebih daripada satu bakal buah yang bebas satu sama lain dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah.
c.    Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luartampak seperti satu buah saja. Misalnya bah nangka (artocarpus integra merr) yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging.
2.    Penggolongan buah sungguh (sejati)
Sama halnya dengan buah semu, buah sejati pertama-tama dapat dibedakan lebih dahulu dalam 3 golongan, yaitu:
a.    Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih. Dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu atau banyak ruangan. Buah sejati tunggal dapat di bedakan lagi dalam dua golongan, yaitu:
·      Buah sejati tunggal yang kering, yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering, misalnya: buah  kacang tanah, padi dll.
·      Buah sejati tunggal yang berdaging, ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Dinding buah (pericarpium) seringkali dengan jelas dapat di bedakan dalam tiga lapisan, yaitu:
Ø luar (exocarpium), merupaka lapisan tipis, tetapi seringkali kuat atau jaju seperti kulit, dengan permukaan yang licin.
Ø Kulit tengah (mesocarpium), biasanya tebal berdaging atau serabut. Jika lapisan ini dapatdi makan, maka lapisan inilah yangdinamakan  daging buah. Misalnya pada buah mangga (mangifera indica).
Ø Kulit dalam (endocarpium), yang berbatasan dengan ruang yang mengandung bijinya, seringkali cukup tebal dan keras. Misalnya:
·      Buah mangga, mempunyai satu ruang dengan satu biji
·      Buah pepaya, yang terjadi dari beberapa daun buah  dengan satu ruang dan banyak biji.
·      Buah durian, yang terjadi atas beberapa daun buah.mempunyai beberapa ruang dalam tiap ruangnya terdapat beberapa biji.
b.    Buah sejati ganda, yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain. Masing-masing bakal buah menjadi satu buah. Misalnya pada cempaka (michelia champaca L)
c.    Buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masiing-masing bunganya mendukung satu bakall bua, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul sehingga seluruhnya tampak seperti satu buah saja.misalnya pada pandan (pandanus tectorus sol).


C.      Biji (semen)
Setelah terjadi penyerbukan yanng diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah dan bakal niji tumbuh menjadi biji. Pada biji umumnya dapat di bedakan bagian-bagian berikut:
a.    Kulit biji (spermodermis)
b.    Tali pusar (funiculus)
c.    Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)
Pada biji dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji. Tetapi di pergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya.
1.    Kulit biji (Spermodermis)
Seperti telah dikemukakan, kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan. Yaitu:
a.    Lapisan kulit luar (testa), lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit,ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam.
b.    Lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, seringkali di manakan kulit ari.
2.    Tali pusar (funiculus)
Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni. Merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya biji lepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang di kenal sebagai tali pusar biji
3.    Inti biji (nucleus seminalis)
Yang dinamakan inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam klitnya, oleh sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji.
Inti biji terdiri atas :
a.    Lembaga (Embryo), merupaan calon tumbuhan baru yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.setelah biji memperoleh syarat-syarat yang diperlukan. Lembaga di dalam biji telah memperlihatkan ketiga bagian utama tubuh tumbuhan, yaitu:
·      Akar lembaga atau calon akar (radicula),yang biasanya kemudian akan tumbuh terus merupakan akar tunggang (untuk tumbuhan yang tergolong dalam dicotyledonae)
·      Daun lembaga (cotyledo), yang merupakan daun pertama suatau tumbuhan. Daun lembaga dapat mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
·      Batang lembaga (cauliculus), yang sering kali dapat di bedakan dalam dua bagian, yaitu:
Ø Ruas batang diatas daun lembaga(internodium epicotylum)
Ø Ruaas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum)
b.    Putih lembaga (albumen)
Putih lembaga adalah bagian biji, yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat cadangan makanan bagi lembaga. Tidak setiap biji mempunyai putih lembaga, misalnya pada biji tumbuhan berbuah polong (leguminosae). Melihat asalnya  jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat makanan cadangan tadi kita dapat membedakan putih lembaga dalam:
·      Putih lembaga dalam (endospermium), jika jaringan penimbun makanan itu terdiri atas sel-sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder yang kemudian setelah dibuahi oleh salah satu inti sperma lalu membelah-belah menjadi jaringanpenimbun makanan ini.
·      Putih lembaga luar (perispermium), jika bagian ini berasal dari bagian biji luar kandung lembaga, entah dari nuselus entah dari selaput bakal biji. 










BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Akar, Batang dan Daun adalah bagian tubuh tumbuhan yang paling penting. Ketiga bagian tubuh tumbuhan tersebut secara langsung maupun tidak lanngsung berguna untuk menegakkan kehidupan tumbuhan . untuk  mempertahankan hidupnya tumbuhan membutuhkan tumbuhan baru, dengan demikian tumbuhan memerlukan alat selain akar, batang dan daun , yaitu bunga, biji dan  buah.
B.       Saran
Sebaiknya para pembaca jangan puas terhadap makalah ini saja, pembaca juga harus menambah ilmu pengetahuannya lagi tentang materi ini dengan mencari lagi buku-buku bacaan lainnya atau dari internet, dan kita sebagai manusia harus mensyukuri dan menjaga kelestarian dari berbagai makhluk hidup.

 MAKALAH BAHASA INDONESIA ( PANTUN )
KATA PENGANTAR


       Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan kehadirat ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai “PANTUN”

       Makalah ini dibuat dalam rangka mengikuti Perlombaan Makalah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2015 yang diadakan oleh pemerintah setempat. Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Meskipun penulis telah berusaha melakukan yang terbaik dalam penulisan makalah ini, karenanya kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

     


                                                                                           Singaraja, 8 Desember 2015


                                                                                                             Penulis


                                                                                                       ( Yusuf Putra )







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………….........................………....………................ i

DAFTAR ISI …………………………...................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang Masalah …………..........................……....….…..…………….. 1

B.       Rumusan Masalah ………….............................……………....………………….. 3

C.       Tujuan Penulisan ……………………………..........................…....................... 3

BAB II PEMBAHASAN

A.       Pengertian Pantun ……………..…………….................................................... 4

B.       Ciri-Ciri Pantun  …….………..……………………………...............…………………. 5

C.       Pembagian Pantun …………………………………………..............…………………. 6

D.       Contoh Pantun ………………………………………………...............………………... 7

BAB III PENUTUP

A.       Kesimpulan …………………………………………………….................……………… 8

B.       Saran ……………………………………………………………...................…………….. 8
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………............………………….. 9

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

      Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal yang namanya pantun. Tapi banyak juga di antara kita yang belum mengenal pantun secara menyeluruh ataupun lebih mendalam. Yang diketahui sebagian orang hanyalah terdiri dari 4 baris, sudah seperti itu saja. Atau hanya digunakan dalam soal-soal dan acara-acara pernikahan ataupun acara-acara tertentu. Karena sebagian orang menganggap bahwa pembelajaran ataupun materi pembahasan tentang pantun tidaklah terlalu penting untuk dipelajari. Mereka beranggapan bahwa materi itu hanyalah pembahasan yang tidak enak dan tidak menyenangkan. Padahal pantun ini adalah salah satu jenis karya sastra yang begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia, tidak heran sudah berjuta-juta orang membuat pantun yang beraneka ragam, unik dan menarik.

      Maka dari itu penulis tertarik dan merasa terpanggil untuk membahas secara singkat, jelas, dan padat mengenai pantun ini. Karena ini sebagai bekal bagi anak-anak muda dan remaja yang masih tahap belajar dan juga sebagai sumber ilmu serta pengetahuan bagi semua orang dan semua kalangan siapapun itu.


B.  Rumusan Masalah

      Apakah Sebenarnya Pantun Itu?

      Mengapa Perlu Untuk Mempelajari dan Mengetahui Tentang Pantun?

      Mengapa Pantun Adalah Pembelajaran yang Penting?


C.  Tujuan Penulisan

      Adapun penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.

      1.   Untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca seputar tentang pantun.

      2.   Untuk bekal bagi para anak-anak remaja khususnya yang masih bersekolah dalam pembelajaran mereka.

      3.   Untuk membangkitkan motivasi banyak orang dalam belajar tentang pantun.

      4.   Menambah minat banyak warga untuk mempelajari tentang kebahasaan.















BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Pantun

            Pantun adalah salah satu jenis karya puisi lama yang terdiri atas satu bait. Yang mana satu bait itu terdiri atas 4 larik. Rincian dari 4 baris tersebut yaitu larik pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan larik ketiga dan larik keempatnya merupakan isi. Rima dari larik pertama dan larik ketiga adalah sama, sedangkan rima dari larik kedua dan keempat adalah sama. Kemudian metrum ataupun jumlah suku kata yang sama adalah antara larik pertama dan larik ketiga yaitu Sembilan suku kata, sedangkan jumlah metrum larik kedua sama dengan jumlah metrum larik keempat yaitu sepuluh suku kata.


B.  Ciri-Ciri Pantun

            Sebagaimana layaknya karya sastra, pantun juga memiliki ciri-ciri tersendiri dan berbeda daripada karya sastra yang lainnya. Uniknya pantun bisa dibuat begitu mudah dan cepat, karena hanya terdiri dari 4 larik dan tidak banyak suku kata. Adapun ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut ini.

      1. Jumlah larik ataupun baris setiap bait terdiri dari empat larik/baris.

      2. Jumlah suku kata tiap lariknya adalah terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata.

      3. Adanya persama bunyi atau rima di akhir larik/barisnya yaitu a b a b.


C. Pembagian Pantun

            Pantun memiliki beberapa pembagian ataupun klasifikasinya, berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi atas lima, yaitu:

      1. Pantun muda-mudi

      2. Pantun teka-teki

      3. Pantun jenaka

      4. Pantun anak-anak

      5. Pantun nasehat orangtua.


D. Contoh Pantun

            Berikut adalah contoh beberapa pantun.


      Kaki ayam beda sebelah

      Ayu ting-ting lagunya alamat

                        Rajin-rajinlah kamu beribadah

                        Niscaya kamu akan selamat


      Semalam kedatangan banyak tamu

      Tamunya terlalu banyak tanya

                        Orangtuamu begitu menyangimu

                        Maka sayangi jugalah keduanya

    


BAB III
PENUTUP



A.  Kesimpulan

            Dari pembahasan tentang makalah ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa pantun merupakan salah satu karya sastra jenis puisi lama yang begitu indah dan sangat bagus, sehingga begitu menarik untuk dipelajari dan diperdalam oleh banyak orang.


B.  Saran

            Saran yang bisa disampaikan melalui  makalah ini adalah sebaiknya dan sudah sepatutnya bagi semua orang untuk mempelajarinya dan mengembangkannya, jangan hanya sekedar mengetahui nama tanpa mengenalnya.

Cerita Sedih Mahasiswi Kampus Demi Nilai

Mahasiswi nyambi jadi ayam kampus bukan cerita baru. Motifnya pun beragam, mulai dari masalah ekonomi, gaya hidup mewah dan dapat nilai bagus.

Salah seorang mahasiswi di Jakarta, C mengaku melakukan hal itu bukan karena kekurangan uang. Untuk kebutuhan sehari-hari dan kuliah, dia mengaku keluarganya masih sanggup membiayai.

Udah Tau Enggak?


"Buat beli gadget terbaru aja, kan enggak ingin ketinggalan dengan yang lain," tuturnya kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.


Selain itu, uang panas dari om-om genit biasa dipakai untuk senang-senang dengan temannya. Dia juga begitu memperhatikan penampilan agar selalu terlihat menarik.

"Paling beli barang-barang kayak tas, baju yang bermerek," tutur wanita tinggi semampai itu.

Sedangkan R (20), mahasiswa di Palembang, mengaku kerap kali melayani dosennya. Ia mencoba profesional dengan tidak mengaitkan profesinya dengan urusan nilai.

"Saya sering kok dipakai dosen saya. Ya biasa aja, tarifnya pun sama dengan yang lain," kata R kepada merdeka.com.

Meski mempunyai hubungan khusus dengan dosennya, saat kuliah komunikasi mereka pun layaknya seperti antara dosen dan mahasiswi. "Kita kan profesional. Lagian kalo genit-genit dengan dosen sendiri nanti teman-teman curiga. Jadi biasa aja deh," kata dia.

Beda lagi dengan I. Dia menjajakan diri ke dosen untuk mendapat nilai tinggi. Cara itu ampuh mengubah nilai yang tadinya D menjadi A. "Kalau tidak seperti itu saya tidak lulus," tuturnya.

Menurutnya, ada juga mahasiswi yang kongkalikong dengan dosen. Mereka yang berduit biasa menyetor sejumlah uang, sedangkan yang cekak ditukar dengan seks.

Komisi Nasional Perempuan menilai sering kali perempuan disudutkan, padahal mereka adalah korban. inya sendiri. Untuk itu dia menyarankan perempuan harus bersikap hati-hati dalam menjaga martabatnya.

"Kalau fenomena tentu saya prihatin. Perspektif gender perempuan korban, bukan pelaku, jadi ada indikasi seolah-olah perempuan jadi pelaku, dialah adalah korban, jadi dilihat dia sebagai korbankah, seperti dalam kasus narkoba, teroris, karena perspektif gender masuk dalam masalah serius," kata Komisioner Sub Komisi Reformasi dan Hukum dan Kebijakan Komnas Perempuan Ninik Rahayu. (sumber. merdeka)

MAKALAH SOSIOLOGI : TEMPAT RUANG DAN SISTEM SOSIAL : MAKALAH SOSIOLOGI

  TEMPAT RUANG DAN SISTEM SOSIAL
MAKALAH SOSIOLOGI

OLEH
MAKALA SEKOLA SOSIOLO
UNIVERSITAS NEGERI MALAM 

KATA PENGANTAR

Alhamdullillahhirobil alamin, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segalah rahmat dan hidayahnya tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini, sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal alamin.

Karena anugerah dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata kuliah TEMPAT RUANG DAN SISTEM SOSIAL tepat waktu. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak kekurangan.

Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya dan kepada para pembaca umumnya.

Kendari, April 2013

Penyusun






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................................ 2
C.     Tujuan........................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Interaksi Sosial........................................................................................... 3
B.     Syarat Syarat Terjadinya Interaksi Sosial..................................................................... 4
C.     Kehidupan Yang Terasing ........................................................................................... 5
D.    Bentuk- Bntuk Interaksi Sosial.................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................................... 13
B.     Saran............................................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 14

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
 Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi ada aksi ada reaksi, pelakunya lebih dari satu, misalnya individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. Contohnya guru/dosen mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat-syarat yaitu kontaks sosial dan komunikasi sosial. Kontaks sosial dapat berupa kontaks primer dan kontaks sekunder, sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati imitasi atau interaksi sosial yang didasari oleh Faktor meniru orang lain, setiap masyarakat, manusia selama hidup pasti mengalami perubahan- perubahan.
Perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik atau kurang mencolok,  perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas. Perubahan tersebut akan terlihat dalam susunan kehidupan masyarakat pada suatu waktu atau sekarang dibandingkan kehidupan masyarakat pada masa lampau. Hal tersebut diiringi dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern.  perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola prilaku, organisasi, susunan kelembagaan, masyarakat kekuasaan dan wewenang interaksi sosial dan sebagainya.






B.     Rumusan Masalah
1.        Bagaimana pengertian interaksi sosial ?
2.        Bagaiamana syarat-syarat terjadinya interaksi sosial ?
3.        Bagaiamana maksud dari kehidupan yang terasing ?
4.        Bagaiamana bentuk-bentuk interaksi sosial ?

C.     Tujuan
1.        Untuk mengetahui bagaimana pengertian interaksi sosial.
2.        Untuk mengetahui bagaiamana syarat-syarat terjadinya interaksi sosial.
3.        Untuk mengetahui bagaiamana maksud dari kehidupan yang terasing.
4.        Untuk mengetahui bagaiamana bentuk-bentuk interaksi sosial.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dimanis yang menyangkut hubungan antara orang orang,kelompokkelompok manusia.apabila ada 2 orang bertemu, interaksi sosial dimulai saat itu,mereka saling menegur,berjabat tangan,saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi, aktivitas semacam itu merupakan bentuk bentuk interaksi sosial.
Interaksi sosial antara kelomp[okkelomok manusia terjadiantara kelompok tersebut sebagai satu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi-pribadi anggotanya.sebagai contoh seorang guru menghadapimurid-muridnya yang merupakan satu kelompok manusia didalam manusia. Di dalam interaksi sosial tersebut,pada taraf pertama akan tampak bahwa guru memcoba untuk menguasaii  kelasnya supaya interaksi social berlangsung dengan seimbang,dimana terjadi saling pengaruh-mempengaruhi antara kedua belah pihak.
Berlangsunya suatu proses imteraksi di dasarkan pada berbagai faktor antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah maupun dalam keadaaan tergabung.
Faktor sugesti apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian di terima oleh piihak lain.jadi proses ini sebenarnya hamper sama dengan proses imitasi akan tetapi titik tolaknya berbeda.berlangsunya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima di landa oleh emosi,hal mana menghambat daya berfikirnya secara rasional.
Mungkin proses sugesti terjadi apabila orang yang memberikan pandangan adalah orang yang berwibawa atau mungkin sifatnyayang otoriter.kiranya mungkin pula bahwa sugesti terjadioleh sebab yang memberikan pandangan atau sikap merupakan bagiian tebesar dari kelompok yang bersangkutan atau masyarakat.
Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorangmerasa tertarik denganpihak lain.di dalamproses ini perasaanmemegan peranan yang sangat penting,walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahamipihak lain dan untukbekerja sama denganya.inilahperbedaan utamanya dengan identifikasi yang didorong dengan keinginan untuk belajar dari pihak lain yang kedudukanya lebih tinggi dan harus di hormati karena mempunyai kelebihan-kelebihan atau kemampuan-kemapuan tertentu yang patut dijadikan contoh.Proses simpai akan dapat berkembang di dalam suatu keadaan dimana factor saling mengerti terjamin.

B.       SYARAT SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi 2 syarat,yaitu:
a.       Adanya kontak sosial
b.      Adanya komunikasi

Kata kontak berasal dari bahasa latin con atau cum (yangartinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh),jadi artinya secara harfiah adalah bersama-samamenyentuh.secara fisik,kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah,sebagai gejala sosial itu tidak perluberarti suatu hubungan badaniah,oleh karena orang dapat mengadakan hubungan dengan pihaklain tanpa menyentuhnya,misalnya,dengan cara berbicara denganpihak lain tersebut.
Kontak sosial dapat berlangsung dalam 3 bentuk yaitu:
a.         Antara orang perorangan,misalnya apabila anak kecil mempelajari kebiasaan-kebiasaan keluarganya,proses demikian terjadi melalui sosialisasi,yaitu suatu proses,dimana anggota masyaakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyakat dimana dia menjadi anggota.
b.        Antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya,misalnya apabila seseorang merasakan bahwa idalan-tindakanya berlawanan dengan orma-norma asyarakat atau apabila suatu partai politik memaksa anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan ideology dan programnya.
c.         Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainya.umpamanya,dua partai plitik mengadakan kerjasama untuk mengalahkan partai politik yang ketiga dalam pemilihan umum.atau apabila dua buah perusahaan bangunan mengadakan suatu kontrak untuk membuat jalan raya ,jembatan,dan seterusnya di suatu wilayah yang baru dibuka.
Suatu kontak dapat pula bersifat  primer atau sekunder.kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung betemu dan beradapan muka,misalnya apabiala orang-orang tersebut berjabat angan,saling senyum dan seterusnya.
Arti penting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada erilaku orang lain(yang berwujud pebicaraan,gerak gerik badaniah atau sikap) perasaan-perasaan yang ingin  disampaikan  oleh orang tersebut.Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.apabila seorang gadis,misalnya menerima seikat bunga,dia akan memandang memcium bunga bunga tersebut,akan tetapi perhatian pertamanya adalah pada`siapa yang mengirimkan bunga-bunga tersebut,dan apa yang menyebabkan dia mengirimnya.
C.      KEHIDUPAN YANG TERASING
Kehidupan terasing dapat di sebabkan karena secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dari hubungn dengan orang-orang lainnya. Padahal, seperti di ketahui perkembangan jiwa seseorang banyak di tentukan oleh pergaulannya dengan orang-orang lain. Banyak contoh, dimana anak-anak sejak kecil diasingkan dengan pergaulan dengan orang-orang lain mempunyai kelakuan yang mirip dengan hewan. Mereka tak dapat berbicara dan tak dapat berperilaku sebagai manusia biasa. Secara fisik saja mereka tampaknya sebagai manusia, tetapi perkermbangan jiwanya jauh terbelakang. Dalam salah satu sebuah karangannya , kingsley davis pernah menelaah perihal sesaeorang anak usia lima tahun (namanya ana) yang  selama hamper seluruh rumah petani di pennsylyana. Anak yang bernama anna tersdebut menunjukan sifat-sifat yang berlainan sama seakali dengan anak lain yang seusianya dia tidak dapat berjaslan, tak dapat mendengar dengan sempurna, tak dapat makan seperti manusia dan seterusnya.
Terasingnya seseorang dapat pula disebabkan oleh karena cacat pada salah satu indranya. Seseorang yang sejak kecil butas dan tuli, misalnya, mengasingkan dirinya dari pengaruh-pengaruh kehidupan yang tersalur melalui kedua indra tersebut.




D.      BENTUK- BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Bentuk-bentuk interaksi social dapat berupa kerja sama (cooperation) persaingan (competition) dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Suatu pertikaian mungkin mendapatkan suatu penyelesaian. Mungkin penyelesaian tersebut hanya akan dapat di terima untuk sementara waktu, proses mana dinamakan akomodasi (acomondation), dan ini berarti bahwa kedua bela pihak belum tentu puas sepenuhnya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat interaksi social. Keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, didalam arti bahwa interaksi itu mulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
      Gillin dan gillin pernah mengadakan pengolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi social, yaitu:
1.      Proses yang asosiasif (processes of association) yang terbagi kedalam empat bentuk khusus lagi yaitu:
a.       Kerja sama (cooperation)
b.      Akomodasi
c.       Asimilasi
d.      Akulturasi

2.      Proses yang diasosiatif (processes of dissociation) yang mencakup:
a.       Persaingan
b.      Kontravensi (contravension)
c.       Pertikaian
d.      Konflik (conflict)








1.        Proses-proses yang asosiatif
a.        Kerja sama (cooperation)
Beberapa orang sosiolog menganggap bahwa kerja sama merupakan bentuk intraksi social yang pokok. Sebaliknya , sosiolog lain menganggap bahwa kerja samalah yang merupakan proses utama. Golongan yang terakhir tersebut memahmkan kerja sama untuk menggambarkan sebagian besar bentuk-bentuk interaksi sisoal atas dasar bahwa segala macam bentuk interaksi tersebut dapat dikembalikan pada kerja sama. Misalnya, ada orang berkelahi mereka harus saling bekerja sama untuk saling bertinju. Kerja sama disini dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia  untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama.
Dikalangan masyarakat Indonesia dikenal bentuk kerja sama tradisional dengan nama gotong-royong. Di dalam sistim pendidikan Indonesia yang tradisional, umpamanya, sejak kecil tidak ditanamkan ke dalam jiwa seseorang suatu pola perilaku agar dia selalu hidup rukun, terutama dengan keluarga dan lebih luas lagi dengan orang lain dalam masyarakat. Hal mana disebabkan adanya suatu pandangan hidup bahwa  seseorang tidak mungkin hidup sendiri tanpa kerja sama dengan orang lain. Pandangan hidup demikian ditingkatkan dalam taraf kemasyarakatan, sehingga gotong-royong sering kali diterapkan untuk menyelenggarakan suatu kepentingan.
Beberapa pendapat menyatakan bahwa pada masyarakat di mana bentuk kerja sama merupakan unsure dari sistim  nilai-nilai  sosialnya sering kali dijumpai keadan-keadan di mana warga-warga masyarakat tersebut tidak mempunyai inisiatif ataupu daya kreasi, oleh karena orang perorangan terlalu mengandalkan pada bantuan dari rekan-rekannya. Terlepas dari apakah terdsapat akibat-akibat positif atau negative , kerja sama sebagai salah satu bentuk interaksi social merupakan gejala universal yang ada pada masyarakat dimana pun juga. Walaupun secara tidak sadar kerja sama tadi mungkin timbul terutama didalam keadaan-keadaan di mana kelompok tersebut mengalami ancaman dari luar.




b.        Akomodasi
     Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Ø  Bentuk-bentuk akomodasi
a.        Coercion
Coeration merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana terjadi karena adanya paksaan dari pihak yang dominan atau yang berkuasa terhadap pihak yang minoritas atau yang lemah, yang dalam pelaksanaannya dapat terjadi baik secara fisik (langsung) maupun secara psikologis (tidak langsung).
Contoh : perbudakan yang terjadi di benua Amerika yang dilakukan oleh orang- orang kulit putih terhadap orang- orang kulit hitam yang ada di sana karena orang- orang kulit putih diyakini memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang- orang yang berkulit hitam.
b.        Compromise
       Compromise merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana pihak- pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Selain itu, compromise dapat dilaksanakan apabila salah satu pihak bersedia untuk memahami dan merasakan kedaan dari pihak yang lainnya dan sebaliknya.
       Contoh : korban penggusuran bangunan liar yang terjadi di Jakarta dengan pihak pemerintah daerah setempat di mana pihak dpemerintah setempat ingin menertibkan kota Jakarta dari bangunan- bangunan liar yang merusak keindahan kota Jakarta. Oleh karena hal tersebut maka pihak pemerintah daerah tersebut memberikan ganti atas bangunan- bangunan yang digusur demikian pula dengan para korban penggusuran yang bersedia pindah dari tempat mereka yang semula dan mulai membangun tempat tinggal di daerah lain.
c.         Arbitration
       Arbitration merupakan salah satu cara untuk mencapai compromise apabila pihak- pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri, yaitu dengan dipilihnya pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau suatu lembaga yang lebih tinggi kedudukannya dari pada pihak- pihak yang bertentangan tersebut dalam mengambil keputusan.
       Contoh : perselisihan yang terjadi antara Belanda dan Indonesia dalam memperebutkan Irian Jaya pada waktu yang lalu. Kedua belah pihak tidak dapat mencapai compromise, maka dipilihlah salah satu badan dari PBB yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari pemerintahan Belanda dan Indonesia sebagai penengah yang mengambil keputusan.
d.        Mediation
       Mediation merupakan suatu bentuk dari akomodasi yang menyerupai arbitration dimana dalam proses ini memerlukan pihak ketiga sebagai penengah yang bertugas untuk mengusahakan perdamaian di antara kedua belah pihak yang berselisih tetapi pihak ketiga tersebut hanya bertindak sebagai penengah dan tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan karena keputusan yang ada tetap berada di tangan pihak yang berselisih.
       Contoh : Badan Penasihat Hukum yang ada di Indonesia, dalam pelaksanaannya sebagai sebuah lembaga yang hanya bertugas untuk menasihati atas segala perselisihan- perselisihan yang terjadi di Indonesia namun lembaga ini tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan dalam setiap perselisihan tersebut.
e.         Conciliation
       Conciliation merupakan suatu bentuk dari akomodasi dengan mengusahakan segala sesuatu untuk mempertemukan keinginan- keinginan dari pihak- pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
       Contoh : dibentuknya suatu badan yang menjadi wadah dari setiap agama yang ada di Indonesia dalam upaya menangani keinginan- keinginan yang ada di setiap agama dan menyelesaikan konflik agama yang terjadi namun terdapat dalam suatu naungan Departmen Agama
f.         Toleration
       Toleration merupakan suatu bentuk dari akomodasi yang terjadi tanpa adanya persetujuan yang formal yang timbul secara tidak sadar dan tanpa dirncanakan karena watak dari setiap orang- perorangan atau kelompok- kelompok masyarakat yang ada.
       Contoh : Apabila seseorang yang baru berada di sebuah lingkungan sosial yang asing selama satu hari dengan tidak mengetahui aturan- aturan maupun kebiasaan- kebiasaan yang ada di daerah asing tersebut. Maka, secara tidak sadar orang- orang yang berada di lingkungan tersebuat akan mentoleransi setiap kesalahan- kesalahan yang dilakukan oleh orang baru tersebut.
g.      Stalemate
       Stalemate merupakan sebuah bentuk dari akomodasi di mana pihak- pihak yang bertentangan karena memiliki kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya yang disebabkan oleh ketidakmungkinan yang terjadi untuk maju atau mundur.
       Contoh : perang yang terjadi antara Israeldan Irak yang tidak memiliki titik temu dan juga sama- sama memiliki kekuatan yang sama diantara kedua belah pihak tersebut sehingga mengakibatkan ketidakmungkinan untuk mundur maupun terus maju yang berdampak pada sulitnya mencari inti dari segala perselisihan yang ada.
h.        Adjudication
       Adjudication merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana penyelesaian suatu perkara atau sengketa di pengadilan.
       Contoh : perkara yang terjadi antara seorang penyanyi, Andien dengan mantan managernya, Andhika, dalam hal penggelapan uang selama menjadi managernya yang harus diselesaikan di pengadilan karena tidak ditemukannya itikad baik dari pihak Andhika untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara kekeluargaan dan secara baik- baik.



Ø  Hasil-hasil Akomodasi
a.         Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru.
b.        Menekankan Oposisi Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain.
c.         Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.
d.        Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah.
e.         Perubahan-perubahan dalam kedudukan
f.         Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi

c.          Asimilasi (Asimilation)
Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
Secara matematis proses asimilasi dapat ditulis : Aa + Bb + Cc = Dd yang berarti bahwa kelompok etnik A, B, dan C karena faktor-faktor pendorong asimilasi terpenuhi, mengalami peleburan unsur-unsur kebudayaan kelompok etnik a + b + c menghasilkan kebudayaan baru d, yang sebelumnya tidak ada dalam kebudayaan A, B, maupun D. Bila kedua
kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi, batas antara kedua kelompok
masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur menjadi satu kelompok. Misalnya,
orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan berasimilasi dengan penduduk setempat
sehingga batas-batas antara kelompok masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu
dengan lainnya. Banyak di antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat.
Faktor-faktor umum yang mendorong atau mempermudah terjadinya asimilasi antara lain:
a.         Toleransi di antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan
b.        Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi
c.         Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya.
d.        Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
e.         Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan universal
f.         Perkawinan antara kelompok yang berbeda budaya
g.        Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan masing-masing untuk menghadapi musuh tersebut.
Adapun faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah
seperti berikut.
a.       Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
b.      Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
c.       Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
d.      Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
e.       Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
f.       Adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling). Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa.
g.      Munculnya perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi.
Contoh sederhana asimilasi :
A adalah orang Indonesia yang menyukai tarian Bali. Ia berteman baik dengan B yang merupakan orang Amerika Latin dan bisa tarian tradisionalnya Amerika Latin (Tango). Karena keduanya terus menerus berinteraksi, maka terjadilah percampuran budaya yang menghasilkan budaya baru. Maksudnya.. si A akhirnya punya tarian baru yang merupakan hasil penyatuan tarian Bali dan tarian Tango, tetapi tarian barunya ngga mirip sama tarian Bali atau tarian Tango.

E.       Akulturasi
Akulturasi (acculturation) adalah berpadunya unsur-unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaannya yang asli. Lamanya proses akulturasi sangat tergantung pada persepsi masyarakat setempat terhadap budaya luar yang masuk. Akulturasi bisa terjadi dalam waktu yang relatif lama apabila masuknya melalui proses pemaksaaan. Sebaliknya, apabila masuknya melalui proses damai, akulturasi tersebut akan relatif lebih cepat. Contoh: Candi Borobudur merupakan  perpaduan kebudayaan India dengan kebudayaan Indonesia; musik Melayu bertemu dengan musik Spanyol menghasilkan musik keroncong.
BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi diri dalam berbagai aspek kehidupan sosial di masyarakat. Semakin kita sering berinteraksi dengan orang lain maka kompetensi kita dalam hidup di masyarakat akan meningkat. Interaksi sosial mempunyai fungsi untuk mendorong terbangunnya sikap mental positif pada setiap individu dalam proses-proses sosialnya.
Terdapat dua bentuk dalam interaksi sosial diantaranya adalah assosiatif dan dissosiatif, assosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya keteraturan sosial. Sedangkan disssosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang mengarah pada ketidak teraturan pola sosial. Ada empat faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yaitu, imitasi, identifikasi, sugesti dan simpati. Dalam bimbingan dan konseling interaksi sosial mempunyai  peran yang salah satunya adalah dapat meningkatkan kemampuan konseli untuk hidup dalam lingkup sosial masyarakat.

B.     Saran
Dalam kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat, maka kita sebagai manusia yang hidup bermasyarakan harus menyadari bahwa kita hidup tidak mungkin sendirian.
Untuk itu marilah kita menjadi warga masyarakat yang baik dengan berinteraksi antar individu dengan individu lain, antar individu dengan kelompok, bahkan kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat.




DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Ridwan dan Elly Malihah. (2007) . Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek
Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif Sosial Budaya. Bandung: UPI PRESS
Hermawan, Ruswandi dkk. (2006) . perkembangan masyarakat dan Budaya. Bandung : UPI PRESS
Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai Dr. Duddy Mulyawan’s Site
Nurdin, Muhetal. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial. Surabaya: Pusat Perbukuan      Departemen Pendidikan Nasional.
Sugiyo. 2006. Psikologi Sosial. Semarang: Universitas Negeri Semarang.





CONTOH MAKALAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN HUBUNG...
CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN TENTANG MENINGKATKAN MUT...
CONTOH MAKALAH PENTINGNYA PENDIDIKAN PADA USIA DIN...
CONTOH MAKALAH KARYA SASTRA DAN SISTEM SASTRA
CONTOH MAKALAH TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI INDONES...
60 LANGKAH ASUHAN PERSALINAN NORMAL
CONTOH MAKALAH KESEHATAN IBU DAN ANAK
CONTOH MAKALAH TENTANG GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMI...
CONTOH MAKALAH TENTANG MENJAGA KESEHATAN JANTUNG
CONTOH MAKALAH EKONOMI MIKRO
SISTEM HORMON PADA HEWAN
CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
CONTOH MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
CONTOH MAKALAH TENTANG BAHAYA NARKOBA BAGI PARA PE...
CONTOH SUSUNAN MAKALAH YANG BAIK DAN BENAR
CONTOH MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN
CONTOH MAKALAH TENTANG MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUS...
KONSEP BUDAYA ORGANISASI
PENGERTIAN DAN PERBEDAAN SASTRA LISAN DAN SASTRA T...
PANDANGAN PLATO DAN ARISTOTELES MENGENAI MIMESIS
TEORI PERILAKU KONSUMEN
TEORI-TEORI PEMBANGUNAN DALAM PERSPEKTIF TEORI MOD...
PENGERTIAN DAN TERMINOLOGI ESTETIKA
CONTOH MAKALAH SOSIOLOGI
CONTOH MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN
CONTOH MAKALA PENDEKATAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
CONTOH SILABUS BIOLOGI
MAKALAH BAHASA INDONESIA ( PANTUN )
RPP BIOLOGI MEMAHAMI MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI...
KOLOID DAN SIFAT SIFATNYA
PENENTUAN BERAT MOLEKUL POLIMER KITOSAN MENGGUNAKA...
MORFOLOGI TUMBUHAN TENTANG BUAH
MORFOLOGI DAN SISTEMATIKA TUMBUHAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Memahami prinsip-...
RPP BIOLOGI KELAS X (Sepuluh)
CONTOH MAKALAH AKHLAK
CONTOH MAKALAH TENTANG PANCASILA
MAKALAH FARMAKOLOGI DASAR SISTEM HORMON PADA MANUS...
MAKALAH METODE EKSTRAKSI “SOKLETASI”
MAKALAH TOKSIKOLOGI TOKSISITAS ALKOHOL, GLIKOL, DA...



Categories